Ajax memprioritaskan pencarian direktur teknik baru daripada manajer baru, ungkap dewan direksi dalam rapat umum pemegang saham.
Setelah manajer John Heitinga dipecat pada awal November, direktur teknik Alex Kroes mengumumkan bahwa ia akan membuka lowongan untuk posisi tersebut. Kroes mengatakan ia bertanggung jawab atas situasi klub yang tidak stabil saat ini, tetapi akan tetap menjabat sebagai direktur teknik klub hingga penggantinya ditemukan.
Dalam rapat umum pemegang saham minggu ini, manajer umum Ajax Menno Geelen mengonfirmasi bahwa klub akan memprioritaskan pencarian direktur teknik baru daripada pencarian manajer baru.
“Kami sekarang ingin menciptakan solusi jangka panjang,” kata Geelen. “Ambisi kami adalah pertama-tama menunjuk seorang direktur teknik dan kemudian bekerja sama dengannya untuk menunjuk manajer baru. Itulah preferensi kami.”
Ini berarti bahwa Fred Grim, yang menjabat sebagai caretaker, akan tetap menjabat di posisinya untuk masa mendatang. “Ini adalah masa-masa yang penuh tantangan,” lanjut Geelen.
“Kami sedang berupaya mencapai kesuksesan struktural. Peningkatan membutuhkan waktu dan tidak dapat dicapai dalam satu musim. Kami harus tetap sabar dan tenang.”
Incaran Maxwell dan Jordi Cruyff
Pencarian direktur teknik baru sedang berlangsung, dan nama-nama mulai beredar. Surat kabar Belanda De Telegraaf mengungkapkan bahwa mantan pemain Ajax, Maxwell dan Jordi Cruyff, adalah target utama klub.
Maxwell bermain untuk klub tersebut antara tahun 2001 dan 2006, dengan total 156 pertandingan untuk klub asal Amsterdam tersebut. Setelah kariernya yang gemilang, bek sayap Brasil ini menyelesaikan program Master Eksekutif UEFA untuk Manajemen Pemain Internasional dan diangkat menjadi asisten direktur sepak bola di Paris Saint-Germain.
Jordi Cruyff, putra legenda sepak bola Johan Cruyff, bermain untuk Ajax di tim muda sebelum menjalani debut profesionalnya di FC Barcelona pada tahun 1994. Setelah karier bermainnya, Cruyff menjadi direktur teknik di AEK Larnaca, Maccabi Tel Aviv, dan FC Barcelona. Saat ini ia menjadi penasihat teknik untuk tim nasional Indonesia.