Indonesia telah berpisah dengan pelatih tim nasional sepak bola putra Belanda, Patrick Kluivert, setelah hampir 12 bulan menjabat, demikian pernyataan federasi sepak bola Indonesia pada hari Kamis, dengan mengacu pada kesepakatan bersama.
Kepergian Kluivert menyusul kekalahan telak Indonesia melawan Irak pada hari Minggu di Jeddah, yang mengakhiri peluang mereka untuk lolos ke Piala Dunia tahun depan di Amerika Serikat.
“Setelah diskusi yang terbuka, menyeluruh, dan penuh rasa hormat, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,” demikian pernyataan federasi di situs webnya.
“Pengakhiran kerja sama ini dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pengembangan tim nasional ke depan,” lanjut PSSI.
Indonesia mengincar lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak merdeka dari Belanda pada tahun 1945, dan keberhasilan mereka mencapai babak keempat kualifikasi Asia merupakan pencapaian terbaik Indonesia hingga saat ini.
Bintang Belanda-Indonesia
Mantan pemain AC Milan, Ajax, dan Barcelona, Kluivert, direkrut pada bulan Januari, dengan kontraknya akan berakhir tahun depan. Ia memimpin tim yang sebagian besar terdiri dari pemain-pemain diaspora Belanda, yang merupakan dampak dari kebijakan yang diberlakukan pada tahun 2023.
Sejak saat itu, 14 pemain sepak bola Belanda keturunan Indonesia telah mewakili negara kepulauan di Asia Tenggara ini, di antaranya adalah kapten Jay Idzes.
“PSSI menyampaikan apresiasinya atas kontribusi seluruh anggota tim pelatih selama masa jabatan mereka. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi komprehensif program pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional,” pungkas federasi.